NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 7,38 juta orang atau turun 77 ribu orang jika dibandingkan Agustus 2025,

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edhy Mahmud mengatakan 7,3 juta orang tersebut adalah angkatan kerja yang tidak terserap dalam pasar kerja.

"Angkatan kerja yang tidak terserap pada pasar kerja menjadi pengangguran, yaitu sebanyak 7,38 juta orang atau menurun sekitar 77 ribu orang dibandingkan bulan Agustus tahun 2025," ujar Edhy dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring pada Kamis (5/11).

Penurun tersebut seiring dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional yang tercatat turun ke 4,75 persen. Angka ini secara konsisten melanjutkan tren penurunan dari 4,85 persen pada Agustus 2025 dan 4,91 persen pada Agustus 2024.

Kemudian, BPS mencatat TPT perempuan pada Agustus 2026 naik menjadi 4,93 persen dari 4,84 persen pada Agustus 2025. Sebaliknya, TPT laki-laki turun 4,85 persen menjadi 4,64 persen pada periode yang sama.

"Penurunan TPT pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025 terjadi pada penduduk laki-laki, sedangkan tingkat pengangguran terbuka perempuan justru mengalami peningkatan," ujar Edhy.

Bila dirinci berdasarkan wilayah, baik di perkotaan maupun perdesaan, keduanya sama-sama sukses mencatatkan penurunan TPT.

Di kawasan perkotaan, TPT pada Agustus 2026 turun menjadi 5,53 persen dari sebelumnya 5,75 persen. Serupa, TPT di wilayah perdesaan terkoreksi dari 3,47 persen menjadi 3,45 persen.