Selain itu, Kementerian Pariwisata mendorong penerapan tata kelola kegiatan lintas wilayah yang melibatkan Kementerian Pariwisata; BPOLBF; Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur; Pemerintah Kabupaten Ngada, Nagekeo, dan Ende; keuskupan se-Flores; serta komunitas lokal.

Inisiator Camino de Flores Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa penyelenggaraan "Camino de Flores" terinspirasi dari "Camino de Santiago de Compostela", jalur ziarah umat Katolik terkenal di Spanyol.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014 itu mengatakan, "Camino de Flores" menghubungkan berbagai daya tarik wisata di daratan Flores, termasuk situs religi, desa wisata, bentang alam, serta acara dan ritual budaya.

Kegiatan itu memungkinkan wisatawan mengenal kehidupan masyarakat Flores, termasuk spiritualitas, tradisi, budaya, dan kekayaan kuliner mereka.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan bahwa "Camino de Flores" akan memperkuat tarik wisata Flores, yang selanjutnya bisa meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke wilayah Flores.

Peningkatan kunjungan wisatawan akan menghadirkan lebih banyak peluang ekonomi bagi warga setempat, memungkinkan mereka meningkatkan pendapatan dengan menawarkan layanan akomodasi, jasa, dan produk lokal kepada wisatawan.