NADIKABAR.COM β Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) Dr. Ali Ahmudi Achyak mengatakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) perlu mempertimbangkan keberlanjutan sumber air, ekosistem, lahan masyarakat, hingga warisan budaya di kawasan tersebut.
Ali mengatakan pengembangan panas bumi perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil kajian teknis, lingkungan, sosial, tata ruang, dan ketentuan yang berlaku.
βApabila target sekitar 55 megawatt (MW) dapat tercapai, keberhasilan yang lebih utuh adalah ketika kapasitas listrik tersebut berjalan seiring dengan terjaganya sumber air, keanekaragaman hayati, nilai cagar budaya, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,β kata Ali dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ali melanjutkan konsep tersebut dapat dirumuskan sebagai β55 MW+0β, yakni energi listrik dihasilkan dengan tetap menjaga fungsi sumber air, biodiversitas, cagar budaya, dan manfaat ekonomi masyarakat sekitar.
Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah keberlanjutan sumber air. Kajian pada tahap awal dapat mencakup debit mata air dan sungai, kualitas air, muka air tanah, curah hujan, kondisi hidrogeologi, hingga pola pemanfaatan air oleh masyarakat.