Selain air, kondisi hutan dan habitat satwa juga menjadi bagian dari kajian dalam menentukan lokasi fasilitas seperti jalan, well pad, jaringan pipa, dan fasilitas pendukung lainnya. Pemulihan dan revegetasi kawasan juga dapat dilakukan pada area yang terdampak pembangunan.

Menurut Ali, pengembangan panas bumi dapat menjadi bagian dari transisi energi sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan apabila dilakukan berbasis kajian, menggunakan teknologi yang tepat, melibatkan masyarakat, serta diawasi secara terbuka dan konsisten.

Salah satunya pengembangan PLTP yang dilakukan di Gunung Ungaran yang berpeluang menjadi contoh bahwa pembangunan energi terbarukan dapat sekaligus memperkuat ketahanan energi dan menjaga keberlanjutan kawasan.

Menurutnya, Gunung Ungaran memiliki karakter kawasan yang tidak hanya menyimpan potensi panas bumi, tetapi juga memiliki fungsi ekologis, sosial-ekonomi, serta nilai sejarah dan budaya.

Pemanfaatannya mencakup pengelolaan reservoir bawah permukaan, pengeboran sumur produksi dan injeksi, fasilitas pembangkit, jaringan pipa, jalan akses, serta berbagai infrastruktur pendukung. Fluida yang telah dimanfaatkan diinjeksikan kembali ke reservoir melalui sumur injeksi.