Aspek budaya turut menjadi perhatian mengingat kawasan Gunung Ungaran memiliki warisan sejarah seperti Candi Gedong Songo. Pemetaan zona kawasan serta kajian arkeologi, getaran, visual lanskap, hidrologi, dan potensi longsor diperlukan dalam proses perencanaan.

β€œHal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pengembangan energi dan perlindungan ekosistem dapat dirancang secara bersamaan. Dukungan teknologi pengeboran, perencanaan fasilitas yang adaptif, serta pemulihan kawasan memberikan ruang bagi pengembangan panas bumi yang semakin efisien sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Ali menilai keterlibatan masyarakat sejak tahap awal juga penting untuk membangun kepercayaan terhadap pengembangan proyek.

Forum komunikasi yang melibatkan pemerintah, pengembang, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, pemerhati lingkungan, dan pemangku kepentingan cagar budaya dapat menjadi ruang untuk membahas perkembangan kajian dan menerima masukan.

β€œMemanfaatkan panas bumi dengan tetap menjaga fungsi sumber air, menghasilkan listrik sekaligus mempertahankan keanekaragaman hayati, membangun infrastruktur dengan tetap menghormati warisan budaya, serta mengembangkan energi melalui komunikasi yang terbuka merupakan bagian dari pendekatan pembangunan energi yang lebih utuh," ujar Ali.