NADIKABAR.COM — Nama Alfin Maulana mendadak viral usai videonya tersebar dan disaksikan jutaan pasang mata di media sosial. Pria yang akrab disapa Alfin ini adalah seorang penghulu yang masih tergolong muda.

Menjadi penghulu bukanlah cita-cita yang sejak awal ada dalam benak Alfin Maulana. Sebelum dikenal sebagai penghulu Gen Z yang viral di media sosial, Alfin justru membayangkan dirinya bekerja di dunia korporasi seperti banyak anak muda lainnya.

Kepada detikHikmah, Alfin membagikan kisah perjalanan kariernya hingga menjadi penghulu.

Perjalanan Alfin menjadi penghulu bermula ketika seorang temannya mengajaknya mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2024. Saat itu, Alfin sebenarnya sudah memiliki pekerjaan.

"Awal mulanya saya tidak ada kepikiran awalnya, waktu 2024 itu teman saya mengajak untuk ikut CPNS. Posisi saya sudah bekerja waktu itu," kata Alfin.

Informasi mengenai CPNS tersebut juga awalnya belum terlalu dipahami Alfin. Namun, temannya memberikan berbagai informasi mengenai persyaratan hingga proses administrasi. Dari situlah Alfin kemudian mencoba mengikuti seleksi.

"Jadi informasi yang terkait CPNS itu saya kurang terlalu paham, tapi adanya teman saya ini memberikan informasi terkait persyaratan, administrasi dan lain sebagainya. Jadi dari situ saya cobalah mengiyakan untuk ikut tes CPNS," lanjutnya.

Saat memilih formasi, latar belakang pendidikan menjadi salah satu pertimbangan penting. Alfin merupakan lulusan jurusan Pengembangan Masyarakat Islam.

Dalam seleksi CPNS, jurusan pendidikan harus sesuai dengan persyaratan formasi. Dari latar belakang pendidikannya, pilihan posisi yang tersedia bagi Alfin adalah penghulu dan penyuluh.

Setelah mempertimbangkan kedua pilihan tersebut, Alfin akhirnya menjatuhkan pilihan kepada posisi penghulu.

"Setelah mempertimbangkan, akhirnya saya memilih penghulu gitu," ujarnya mantap.

Pilihan itu menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya. Sebab, pekerjaan sebagai penghulu sebenarnya cukup jauh dari gambaran karier yang pernah dibayangkan Alfin.

Sebagai bagian dari generasi Z yang lahir pada tahun 2001, Alfin mengaku dahulu memiliki keinginan untuk bekerja di lingkungan korporasi. Ia membayangkan pekerjaan kantoran sebagai pilihan karier yang lebih dekat dengan impiannya saat itu.

"Dulu cita-cita saya pengen jadi anak corporate. Pengen kerja kantoran kayak gen z pada umumnya," ujar Alfin.

Namun, perjalanan CPNS membawanya ke dunia pelayanan masyarakat melalui Kantor Urusan Agama (KUA).

Pilihan menjadi penghulu juga membuat Alfin harus mempelajari banyak hal baru. Sebelum masuk ke lingkungan KUA, ia mengaku tidak memiliki pengalaman sebagai penghulu.

Bahkan, pekerjaan sebelumnya berada di sektor yang berbeda, yakni pabrik.

"Setelah tes berbagai tahapan lancar. Dinyatakan lulus sebagai CPNS. Banyak belajar sama senior. Karena sejujurnya saya nol banget soal penghulu. Karena background saya nggak ada di KUA, sebelumnya kerja di pabrik."

Kondisi tersebut membuat Alfin harus banyak belajar dari para senior. Ia aktif bertanya dan berdiskusi agar dapat memahami tugas serta tanggung jawab seorang penghulu.

"Saya banyak bertanya, banyak ngobrol."

Setelah melewati proses tersebut, Alfin akhirnya resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan penghulu pada 1 Mei 2026.

Kehadiran Alfin sebagai penghulu muda kemudian menghadirkan perspektif baru mengenai profesi tersebut.

Selama ini, penghulu kerap identik dengan sosok yang lebih tua. Alfin melihat keberadaannya bersama penghulu muda lainnya dapat menunjukkan bahwa profesi tersebut juga dapat dijalani oleh generasi Z.

"Memang penghulu identiknya sama yang tua-tua. Mungkin dengan adanya saya dan teman-teman baru membawa wajah baru kalau penghulu sekarang dikerjakan oleh gen z," ujarnya.

Kehadiran penghulu muda ternyata mendapatkan respons positif dari masyarakat. Bahkan, sejumlah orang tua disebut mulai tertarik agar anak mereka juga menekuni profesi serupa.

"Justru jadi banyak temen yang pengen jadi penghulu. Malah ada orang tua yang pengen anaknya seperti saya. Nanya syaratnya, cara daftarnya gitu," ujar Alfin bangga.

Perubahan pandangan tersebut menjadi salah satu pengalaman menarik bagi Alfin. Profesi yang awalnya tidak pernah masuk dalam rencana kariernya justru membawanya pada pengalaman baru sekaligus mendapatkan perhatian publik.

Alfin kini tidak hanya menjalankan tugas sebagai penghulu dalam proses pernikahan. Ia juga berusaha memperkenalkan sisi lain pelayanan KUA kepada masyarakat, terutama generasi muda.