NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah jatuh sangat dalam pada Jumat (16/10) kemarin. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG jatuh 11,57% ke level 5.185,10 dan nilai tukar rupiah betah di atas level 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan jatuhnya indeks saham Garuda dan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh laporan MSCI terkait status pasar modal Indonesia yang berpotensi turun kelas dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Menurutnya, pengumuman dari MSCI tersebut terbilang lebih cepat dari perkiraan atau ekspektasi awal pemerintah. Sebab pada awalnya lembaga penyedia indeks saham itu menjanjikan pengumuman laporan terkait pasar modal Indonesia pada November, bukan bulan ini.