Rasa takut dan trauma sulit diatasi. Siti benar-benar merasakan guncangan dahsyat saat gempat terjadi. Dia juga menyaksikan langsung rumahnya ambruk dari jarak sekitar 10 meter ketika menyelamatkan diri.
Desa Nangadhero, Marapokot, dan Tonggurambang, itu letaknya dekat dengan pantai utara Nagekeo, yang menjadi episentrum gempa pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
"Aduh masih sangat trauma karena kami yang terdampak langsung di Nangadhero itu. Kami yang menyaksikan langsung waktu gempanya lalu air laut naik, kami melihat sendiri," tutur Siti saat ditemui di pos pengungsian Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kamis (27/8/2026).
Hingga saat ini, Siti dan ratusan pengungsi asal desanya itu belum memberanikan diri untuk pulang ke kampungnya. Sebab, mereka masih trauma akan gempa susulan hingga air laut naik.
"Untuk sementara kami belum berani pulang Pak. Guncangan dan air laut naik semacam selalu ada dalam bayangan saya, mereka di sini juga sama. Kami belum berani pulang," cerita Siti dengan wajah tampak sedih bercampur trauma.