Untuk mendukung hal tersebut, BPP HIPMI menyiapkan kanal aspirasi dan pendampingan KUR melalui jaringan HIPMI di berbagai daerah. Kanal ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan pengalaman, masukan, maupun kendala ketika mengakses pembiayaan KUR.
"HIPMI memiliki jaringan pengusaha sampai ke daerah. Kami ingin mendengar langsung apa yang mereka alami ketika mengakses pembiayaan. Kalau persoalannya kesiapan usaha atau administrasi, kita bantu arahkan. Kalau ada persoalan yang membutuhkan komunikasi dengan pihak terkait, HIPMI siap menjadi jembatan," kata Ade Jona.
Masukan yang diterima nantinya akan ditelaah dan dipetakan untuk melihat apakah terdapat persoalan yang berulang di berbagai daerah. Hasil pemetaan tersebut kemudian dapat menjadi masukan dalam memperkuat ekosistem KUR.
Ade Jona menegaskan langkah tersebut bukan untuk mencari kesalahan pemerintah maupun lembaga penyalur. Menurutnya, yang diperlukan adalah kolaborasi tim redaksi pemerintah, perbankan, dan dunia usaha agar program pembiayaan dapat berjalan lebih efektif.