Perkembangan industri pertambangan dan pengolahan mineral di Morowali telah menciptakan ekosistem industri yang sangat besar. Pertumbuhan tersebut perlu berjalan beriringan dengan meningkatnya kapasitas perusahaan yang lahir dan berkembang dari daerah.
Dia menegaskan keberpihakan terhadap perusahaan lokal tidak seharusnya dimaknai sebagai pemberian pekerjaan tanpa ukuran kompetensi. Perusahaan daerah justru harus mampu memenuhi standar industri dalam aspek produktivitas, keselamatan kerja, kepatuhan, kesiapan alat, kemampuan finansial serta kualitas sumber daya manusia.
βKami tidak ingin mendapatkan pekerjaan hanya karena berstatus perusahaan lokal. Yang kami inginkan adalah kesempatan yang adil untuk membuktikan kapasitas. Kalau persyaratannya profesional, maka perusahaan lokal juga harus menjawabnya secara profesional,β katanya menegaskan.
Ia menilai pendekatan tersebut penting agar pemberdayaan pengusaha lokal tidak berhenti pada persoalan administratif maupun domisili perusahaan.
Perusahaan lokal, katanya, harus memiliki aktivitas usaha yang nyata, tenaga kerja, organisasi, kemampuan operasional serta memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Menurut Syahnil, tantangan berikutnya adalah menciptakan ekosistem yang memungkinkan semakin banyak perusahaan lokal berkembang dan mampu memenuhi standar industri pertambangan nasional.
βTargetnya bukan membuat perusahaan lokal terus bergantung pada status lokal. Justru perusahaan lokal harus naik kelas. Hari ini bekerja di Morowali, ke depan harus mampu bersaing mengerjakan proyek pertambangan di berbagai daerah di Indonesia,β harapnya.