Sementara itu merek Jepang catatan penjualannya mencapai 401.719 unit atau nyaris lima kali lipat lebih banyak ketimbang mobil China. Itu artinya meski banyak mobil listrik baru bermunculan dari merek China dan menjadi pilihan baru, pada kenyataannya orang Indonesia masih lebih banyak meminang mobil bermesin konvensional.
Secara keseluruhan, mobil listrik memang mencatatkan kenaikan penjualan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data wholesales Gaikindo, distribusi mobil listrik ke dealer selama Januari-Juli 2026 mencapai 83.758 unit. Sedangkan pengiriman unit pada tujuh bulan tahun lalu hanya 44.404 unit. Kemudian untuk mobil yang masih mengusung mesin konvensional jumlahnya mencapai 433.984 unit.