NADIKABAR.COM — BYD melaporkan penurunan pendapatan dan laba bersih pada semester pertama tahun 2026. Pelemahan bisnis otomotif dan anjloknya nilai tukar mata uang asing menjadi faktornya.

Dikutip dari CNEV Post, BYD mencatat pendapatan semester pertama tahun ini turun 7,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. BYD mencatatkan pendapatan sebesar 344,82 miliar yuan.

"Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan turun 20,54% menjadi 12,33 miliar yuan," demikian dikutip CNEV Post.

BYD mengaitkan penurunan pendapatan tersebut dengan pelemahan bisnis kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV). Kerugian kurs akibat fluktuasi mata uang juga turut menekan laba.