Rifki menilai masih ada alasan untuk optimistis melihat perkembangan pasar tahun ini. Apalagi, penjualan secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan.

"Tapi kita sudah cukup optimistis karena memang dari year to year terbukti dari angka yang dirilis ada kenaikan, which is good. Secara total industri otomatis juga ikut terdorong," katanya.

Saat ditanya mengenai faktor yang membuat penjualan Agustus terkoreksi, Rifki menyebut banyak hal dapat memengaruhi kondisi pasar. Ia menilai faktor tersebut tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah.

"Banyak faktor. Mau bilang Agustus karena Lebaran, kan Lebaran sudah lewat jauh. Banyak faktor lah. Terutama kalau kita lihat tidak hanya di Jakarta, mungkin di area-area seperti masalah panen atau mungkin hal-hal yang lain," ujarnya.