"Kenapa tidak mematuhi batas waktu sebagaimana diatur dalam peraturan ini. Saya khawatir pembuat kebijakan di Garuda kurang teliti membaca peraturan-peraturan yang berlaku, itu yang saya khawatirkan," dia menegaskan.
Masalah lainnya adalah informasi mengenai biaya tambahan yang dinilai belum transparan. APJAPI mempertanyakan tarif yang harus dibayar penumpang jika membawa lebih dari satu koli, sementara itu total berat bagasinya masih dalam batas 20 kilogram.
Dia menegaskan APJAPI telah menyampaikan keberatan terkait kebijakan tersebut kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan pada 2 September 2026. Dan hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah maupun maskapai untuk kebijakan baru tersebut.