Sinyo menambahkan bahwa komunitas Aremania dan warga berharap ada tindakan konkret dari panitia penyelenggara. Sebab sebagian besar netizen dan warga menginginkan mural baru tersebut ditutup sementara sebagai bentuk pertanggungjawaban moral sebelum acara puncak dimulai.

Meski menyimpan kekecewaan mendalam, ia meminta masyarakat tetap bijak dengan memisahkan kekeliruan eksekusi mural dari substansi acara secara keseluruhan.

Permintaan maaf dari pihak inisiator perlu diapresiasi, tetapi tetap harus dibarengi dengan tindakan korektif yang jelas.

"Kalau kecewa soal mural, boleh. Tapi tolong kecewamu hanya di titik mural ini. Etikanya bagaimana, respons dan tanggung jawabnya. Jangan melebar ke acara. Agregator kreatif kok dengan mudahnya mendistorsi atau menghapus kreativitas orang lain," pungkasnya.