NADIKABAR.COM — Penyakit jantung dapat berkembang tanpa menimbulkan keluhan atau gejala yang jelas, sehingga seseorang yang merasa sehat belum tentu terbebas dari risiko penyempitan pembuluh darah.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah lulusan Universitas Padjajaran Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP(K), Mkes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC mengingatkan pentingnya mengenali faktor risiko dan menjaga pola hidup, termasuk berolahraga, mengatur pola makan, mencukupi waktu tidur, serta berhenti merokok.
"Kalau kita mengubah pola hidup, tidur lebih teratur, menurunkan berat badan dengan komposisi yang baik, dengan latihan, olahraga, atur makan, kekakuan pembuluh darah mungkin bisa berubah," katanya di Jakarta, Rabu.
Dokter yang juga anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) tersebut mengatakan penyempitan pembuluh darah pada tahap tertentu dapat berlangsung tanpa gejala.
Ia mencontohkan, sekitar 30–40 persen penyempitan pembuluh darah belum tentu menimbulkan keluhan, sementara kondisi tersebut tetap berpotensi berkembang menjadi serangan jantung.