NADIKABAR.COM — Penyaluran BBM subsidi rencananya bakal diperketat. Kuota BBM subsidi turun tajam tahun depan.
Kuota BBM subsidi tahun depan hanya sebesar 20,09 juta kiloliter (KL). Sementara, kuota BBM subsidi tahun ini diproyeksikan mencapai sekitar 48 juta kiloliter.
Kementerian Keuangan buka-bukaan soal alasan utama turunnya kuota BBM subsidi. Menurut Plt. Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto turunnya kuota subsidi BBM terjadi karena pemerintah berencana melakukan pengendalian penyaluran BBM subsidi, salah satunya untuk BBM jenis Pertalite.
Menurut Ferry, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sudah melakukan pembicaraan awal untuk masalah tersebut.
"Jadi kalau rekan-rekan media ada di Kemenkeu pada saat pertemuan dengan doorstop atau pertemuan Menteri ESDM dan Menteri Keuangan, kan disebutkan bahwa akan melakukan beberapa hal terkait dengan pengendalian subsidi termasuk salah satunya yang Pertalite itu," beber Ferry di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah , Jakarta, Rabu (19/8/2026).