Adapun sepanjang 2026, KUR telah menjangkau 4,12 juta debitur dengan penyaluran Rp 265,9 triliun atau 90,1% dari target tahun ini.
Airlangga menjelaskan, sejak pertama kali program skema penjaminan KUR pada 2007, program ini bertransformasi menjadi skema subsidi bunga pada 2015, sehingga suku bunga KUR turun dari 12% menjadi 6%. Sejak 2015, penyaluran kredit program telah mencapai Rp 2.440 triliun melalui 58,1 juta akad.
Saat ini, lima skema yang selaras dengan Asta Cita-KUR, Kredit Usaha Alsintan (Kredit Alsintan), Kredit Industri Padat Karya (KIPK), Kredit Program Perumahan (KPP), dan Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS)-mendukung agenda swasembada pangan, penguatan industri padat karya, Program 3 Juta Rumah, serta pemberdayaan perempuan prasejahtera. Kualitas penyaluran juga terus dijaga, dimana 68% pembiayaan mengalir ke sektor produksi, dengan rasio kredit bermasalah sebesar 2,14%.