Selain itu, rombongan mengunjungi usaha pengumpulan bibit dan budidaya lobster milik Abas Indi. Pelaku usaha tersebut memperoleh KUR sebesar Rp350 juta dengan tenor 36 bulan untuk mendukung pengadaan bibit dan pembuatan keramba.

Hasil diskusi bersama masyarakat juga mengidentifikasi peluang perluasan pembiayaan bagi usaha budidaya lobster. Terdapat sekitar 80 pembudidaya yang tergabung dalam kelompok usaha dan belum seluruhnya menjadi debitur BSI.

Meski demikian, pengembangan usaha perikanan masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain fluktuasi harga bibit dan hasil budidaya, kebutuhan modal untuk pakan dan keramba, serta persyaratan sertifikasi dan perizinan pemanfaatan ruang laut.

Keterbatasan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) dan tempat pengolahan ikan di Lombok Tengah juga menjadi tantangan dalam menjaga kualitas dan meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan.