Kendati begitu, Loto menilai pertumbuhan kredit UMKM masih tertinggal dibandingkan kredit perbankan. Secara keseluruhan porsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan terus menurun dari 20,9% pada Januari 2023 menjadi 17% pada April 2026.
Tak hanya itu, ia membeberkan sejumlah tantangan akses pembiayaan bagi UMKM. Di antaranya, masih rendahnya akses kredit maupun pinjaman, riwayat kredit negatif dalam SLIK yang dapat menurunkan kelayakan kredit debitur sehingga mempersempit akses terhadap pembiayaan formal, serta tingkat bunga kredit kepada UMKM yang relatif lebih tinggi dari tingkat bunga kredit perbankan pada umumnya.