NADIKABAR.COM — Kondisi cuaca panas dan terik melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa belakangan ini. Di media sosial, ramai narasi dari warganet yang mengaitkan fenomena suhu terik ini dengan posisi Matahari yang tengah berada tepat di atas Pulau Jawa. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?
Terkait fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan. Menurut laporan BMKG, fenomena Kulminasi Utama yang berkaitan dengan gerak semu harian Matahari memang tengah terjadi di wilayah Pulau Jawa pada pertengahan Oktober ini.
Dikutip dari laman resminya, BMKG menjelaskan bahwa fenomena Matahari tepat berada di atas kepala dikenal sebagai Kulminasi Utama atau Hari "Tanpa Bayangan". Fenomena ini terjadi ketika Matahari berada tepat di posisi paling tinggi di langit atau titik zenit saat tengah hari.
Penyebab utama terjadinya fenomena ini adalah karena bidang ekuator atau rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau revolusi Bumi. Hal ini mengakibatkan posisi Matahari dari Bumi terlihat terus bergeser sepanjang tahun antara 23,5° LU hingga 23,5° LS, yang dikenal sebagai gerak semu harian Matahari.