5. Menjaga pola makan dan mengontrol asam lambung
Bagi orang yang memiliki masalah asam lambung, menjaga pola makan dapat membantu mengurangi risiko iritasi pada tenggorokan. Hindari kebiasaan makan berlebihan, terutama menjelang tidur. Berikan jeda sekitar dua hingga tiga jam antara waktu makan dan berbaring.
Selain itu, perhatikan makanan atau minuman yang dapat memicu gejala refluks pada masing-masing orang.
6. Menjaga kebersihan dan kelembapan udara
Udara yang terlalu kering dapat membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. Penggunaan alat pelembap udara atau humidifier dapat membantu menjaga kelembapan ruangan, terutama ketika berada di lingkungan berpendingin udara dalam waktu lama.
Jangan lupa mencuci tangan secara teratur untuk mengurangi risiko tertular infeksi saluran pernapasan yang dapat memengaruhi suara.
Kapan suara hilang harus diperiksakan ke dokter?
Suara hilang akibat laringitis ringan umumnya dapat membaik dalam satu hingga dua minggu. Namun, keluhan yang berlangsung lama atau disertai gejala tertentu tidak boleh diabaikan.
Pemeriksaan medis diperlukan apabila suara serak tidak membaik setelah tiga minggu, terutama jika tidak didahului flu atau infeksi saluran pernapasan.
Selain itu, segera konsultasikan kondisi kesehatan apabila mengalami beberapa tanda berikut:
1. Suara hilang sepenuhnya selama lebih dari beberapa hari.2. Mengalami kesulitan bernapas atau menelan.3. Merasakan nyeri ketika berbicara atau menelan.4. Mengalami batuk berdarah.5. Muncul benjolan di sekitar leher.6. Suara sering serak atau hilang secara berulang tanpa penyebab yang jelas.
Jika mengalami kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis darurat.
Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi pita suara dan menentukan penyebab gangguan tersebut.
Pada beberapa kasus, pemeriksaan menggunakan alat khusus berupa endoskop diperlukan untuk melihat kondisi laring secara langsung.
Suara hilang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari radang pita suara, infeksi saluran pernapasan, penggunaan suara berlebihan, alergi, hingga gangguan asam lambung.
Untuk mencegahnya, penting menjaga asupan cairan, menghindari kebiasaan berteriak, memberikan waktu istirahat pada suara, serta menjauhi asap rokok. Apabila suara serak atau hilang berlangsung lebih dari tiga minggu maupun disertai gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.