NADIKABAR.COM — Suara yang tiba-tiba serak, melemah, bahkan hilang sama sekali dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini sering dialami setelah seseorang terlalu banyak berbicara, berteriak, bernyanyi dalam waktu lama, atau ketika sedang mengalami flu dan batuk.

Suara manusia dihasilkan melalui getaran dua pita suara yang berada di dalam laring atau kotak suara. Ketika udara dari paru-paru melewati pita suara, keduanya akan bergetar dan menghasilkan bunyi. Apabila bagian tersebut mengalami peradangan, pembengkakan, atau gangguan fungsi, kualitas suara dapat berubah hingga seseorang kesulitan berbicara.

Dalam dunia medis, kondisi suara serak dikenal sebagai disfonia. Sementara itu, kehilangan kemampuan untuk menghasilkan suara disebut afonia. Keduanya dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan ringan hingga kondisi kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Lantas, apa saja penyebab suara hilang dan bagaimana cara mencegahnya?

Kehilangan suara tidak selalu berkaitan dengan penyakit serius. Dalam banyak kasus, kondisi ini terjadi akibat peradangan atau penggunaan pita suara secara berlebihan.

Berikut beberapa penyebab suara hilang yang perlu diketahui.

Salah satu penyebab paling umum suara hilang adalah laringitis, yaitu peradangan pada laring atau kotak suara.

Kondisi ini dapat membuat pita suara mengalami pembengkakan sehingga getarannya tidak berlangsung secara normal. Akibatnya, suara terdengar serak, lemah, bahkan menghilang sementara.

Laringitis sering berkaitan dengan infeksi virus, seperti flu dan pilek. Selain itu, paparan iritan dan penggunaan suara secara berlebihan juga dapat memicu peradangan. Umumnya, laringitis akut dapat membaik dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu.

2. Terlalu sering berbicara atau berteriak

Penggunaan suara secara berlebihan dapat memberikan tekanan pada pita suara. Kebiasaan berbicara dalam waktu lama, berteriak, bernyanyi terlalu keras, atau berbicara dengan volume tinggi dapat menyebabkan pita suara mengalami iritasi.

Risikonya lebih besar bagi orang yang menggunakan suara sebagai bagian dari pekerjaan, seperti guru, penyanyi, penyiar, pembawa acara, dan pekerja layanan pelanggan. Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan tanpa memberikan waktu istirahat, seseorang dapat mengalami suara serak hingga kehilangan suara sementara.

Infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu, pilek, dan infeksi tenggorokan, juga dapat memengaruhi kualitas suara.

Ketika tubuh mengalami infeksi, jaringan di sekitar tenggorokan dan laring dapat mengalami peradangan. Kondisi tersebut membuat pita suara membengkak dan menghasilkan suara yang berbeda dari biasanya. Gejala lain yang mungkin menyertai meliputi batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan demam.

Penyakit refluks gastroesofageal atau gastroesophageal reflux disease (GERD) juga dapat menjadi penyebab suara serak hingga hilang.

Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik kembali menuju kerongkongan. Pada sebagian orang, cairan asam tersebut dapat mencapai tenggorokan dan mengiritasi area laring serta pita suara.

Keluhan biasanya disertai sensasi panas di dada, rasa asam di mulut, sering berdeham, batuk, dan suara serak, terutama pada pagi hari. Namun, refluks yang mencapai tenggorokan juga dapat terjadi tanpa disertai gejala nyeri ulu hati.