NADIKABAR.COM — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengecek kesiapan penyemaian es kering atau dry ice melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengurai kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Lanud Sri Mulyono Herlambang, di tengah kabut asap yang kembali mengepung Kota Palembang hari ini, Rabu (22/10).

Pekat kabut asap membuat jarak pandang di sejumlah titik di Palembang kembali menurun.

"Pagi ini agak khusus ya saya dengan pak danrem hadir di baseops pangkalan udara ini untuk menyikapi kabut yang pagi ini meningkat sangat signifikan, ya setelah tiga hari sebelumnya merasakan terurainya asap ini," ujar Herman sebagaimana dikutip dari akun Instagram @pemprov_sumateraselatan, Kamis (22/10).

Di lokasi, sudah tersedia 4,7 ton dry ice bantuan dari pemerintah pusat. Namun, pesawat belum bisa terbang untuk menabur dry ice karena terkendala kabut asap tebal yang memengaruhi jarak pandang.

"Kita ingin ini segera (ditangani), tapi terhalang dengan visibility karena ada aturan dalam penerbangan itu jarak pandang tertentu baru bisa terbang," imbuhya.

Herman menjelaskan ada perbedaan kondisi asap dibanding hari sebelumnya. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kabut tebal pagi ini tidak hanya berasal dari partikel asap karhutla, melainkan bercampur dengan uap air akibat kelembapan tinggi.

Selesai dari Lanud, Herman langsung memimpin rapat penanganan karhutla bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan di Ruang VIP Bandara SMB II Palembang.

Rapat tersebut dihadiri Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Rony Samtana, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, dan pejabat terkait lainnya untuk membahas langkah penanganan lanjutan.

Adapun berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan per 22 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB, masih terdeteksi 1.832 hotspot atau titik api di Sumatera Selatan. Terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 1.007 titik, yang didominasi lahan gambut.