"UI ini hanya event pertama. Kebetulan dia di Jakarta. Nanti dari Jakarta masuk ke Jogja, Semarang, Bandung,” ujarnya.

Harris pun mengatakan pengembangan PKPA ke depan akan diarahkan tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga ke sejumlah kota besar lainnya seperti Makassar, Surabaya, dan Medan.

Dia menekankan PERADI Profesional ingin perguruan tinggi menjadi mitra terdepan organisasi advokat lantaran kampus memiliki peran penting dalam membangun kualitas pendidikan profesi advokat.

Ia menyebutkan PKPA yang digelar bersama UI kali ini memiliki skala yang besar, di mana sebanyak 600 peserta mengikuti program tersebut.

Menurut dia, jumlah itu menjadikan PKPA tersebut sebagai salah satu penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbesar dalam sejarah PKPA yang pernah digelar.

"Besarnya jumlah peserta tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap pendidikan profesi advokat sekaligus menjadi tantangan bagi penyelenggara untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga," ucap Harris melanjutkan.

Kendati demikian, dia menilai PKPA tidak boleh hanya menjadi tahapan administratif bagi calon advokat sebab pendidikan harus menjadi ruang untuk membentuk kemampuan dan karakter calon advokat sebelum mereka menjalankan profesinya.