"Keduanya selaku pihak swasta, diduga meminta uang kepada orang tua calon mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran senilai Rp 650 juta," ujar Taufik.

Meski telah dipatok harga, ternyata para calon mahasiswa baru Unsoed itu tidak diberikan kepastian lulus dalam seleksi mandiri. Para orang tua calon mahasiswa baru pun meminta uangnya dikembalikan setelah anak mereka tidak lulus seleksi.

Tapi permintaan para orang tua itu tidak dapat dipenuhi lantaran uang hasil pemerasan telah digunakan oleh Dian dan Adhi untuk keperluan pribadi mereka. Norman lalu meminjam uang kepada Mulyono (MYN) untuk bisa mengembalikan uang para orang tua calon maba.

"Untuk mengembalikan uang atas peminjaman kepada pihak swasta itu,NAP melalui DMW, AW, dan MYN selaku pihak swasta sekaligus keponakan ASO, menjanjikannya dengan membayar melalui pencairan 3 paket proyek di lingkungan Unsoed, yaitu pengadaan kanopi, renovasi kantin, dan pengecatan gedung," ungkap Taufik.

"Paket pekerjaan itu telah selesai dikerjakan oleh CV milik MYN, yang selanjutnya untuk pencairan pembayarannya dialihkan ke pihak swasta dimaksud," sambungnya.

Pada periode 2025-2026, Taufik mengatakan, pihak Sodiq diduga memperoleh penerimaan lain. Penerimaan lainnya itu mencapai Rp 680 juta yang diterima melalui Mulyono dari para calon mahasiswa baru.