Para ilmuwan dari UC San Diego menjelaskan perbatasan sepanjang berkilometer antar wilayah tersebut sangatlah tegas, sering kali hanya dibatasi jarak beberapa meter. Ketika kelompok semut yang berbeda bertemu, yang sepertinya sering terjadi, bentrokan brutal meletus.

Pertarungan antar superkoloni dilaporkan terjadi pada 40 persen kunjungan lapangan oleh para peneliti, dengan rata-rata sekitar 15.000 kematian per pertempuran.

Selama berbulan-bulan, skala kematian meningkat hingga tingkat mencengangkan. Peneliti memperkirakan setidaknya 15 juta semut pekerja tewas dalam satu pertempuran perbatasan di sekitar salah satu koloni kecil dekat Danau Hodges di utara San Diego, selama masa studi enam bulan mereka.

Berdasarkan satu insiden ini saja, tidak berlebihan rasanya membayangkan miliaran semut telah mati di seluruh wilayah tersebut selama puluhan tahun.

Yang luar biasa adalah batas-batas wilayah nyaris tidak bergeser selama berbulan-bulan penelitian. Garis perbatasan mungkin maju mundur, tapi tak ada pihak yang terus-menerus memenangkan wilayah. Superkoloni-superkoloni itu terjebak perang abadi, kehilangan banyak nyawa tapi tak mendapat wilayah baru.