NADIKABAR.COM — Saudara kembar penumpang KM Virgo Transport 8, Guruh Aji Pangestu (27), mengungkapkan komunikasi terakhir dengan Guntur Aji Pangestu (27). Komunikasi itu terjadi dua hari sebelum KM Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa.
"Ya tanggal 10 September, terakhir. Sebelum dia naik kapal, dua hari sebelum naik kapal kayaknya. Ya kita teleponan biasa, istilahnya nanya-nanyain kabar, gitu aja," kata Guruh saat ditemui di kediamannya di Jebres, Solo, Selasa (15/9/2026).
Setelah komunikasi tersebut, Guruh tidak lagi berbicara langsung dengan saudara kembarnya. Guruh juga masih mengingat aktivitas Guntur di WhatsApp menjelang keberangkatannya.
Ia mengatakan sehari sebelum kapal mengalami musibah, Guntur sempat membuat status WhatsApp yang menyebut dirinya kelelahan dan ingin tidur.
"Terakhir statusnya si Guntur itu sudah ngaco. Terakhir ingin tidur, badannya capek, ingin tidur terus katanya," ujar Guruh.
Selain komunikasi terakhir dengan Guntur, Guruh mengaku sempat merasakan perasaan tidak enak pada Minggu (13/9), saat mengetahui kabar mengenai musibah kapal.
"Punya (firasat). Ya enggak enak di hati, enggak enak," tuturnya.
Dirinya juga mengaku dua atau tiga hari sebelum kejadian sempat memiliki keinginan untuk membuat story WhatsApp bersama Guntur. Menurutnya, hal tersebut tidak pernah dilakukan sebelumnya.
"Terus saya pribadi sendiri kok punya gambaran pengin bikin story di WA sama si Guntur. Sama dua hari atau tiga hari itu. Enggak pernah. Sama sekali hubungan enggak pernah," katanya.
Di kesempatan yang sama, kakak kedua Guntur, Pandu Priambodo, mengatakan komunikasi terakhir Guntur dengan keluarga terjadi bersama ibunya pada Sabtu malam. Saat itu, Guntur menghubungi ibunya setelah mendapatkan sinyal di kapal.
"Komunikasi terakhir itu sama Ibu. Itu terakhir kalau mau nyampe Banjarmasin mau dikirimin uangnya. Itu sudah dapat sinyal dia itu. Posisi Sabtu malam," ujarnya.
Dari kabar yang ia terima, Guntur berada di kamar ketika kapal terbalik. Sementara sejumlah penumpang yang selamat berada di area dek atau lobi sehingga lebih mudah menyelamatkan diri.
"Infonya di kamar. Yang lolos, yang selamat itu di dek, di lobi. Infonya kan enggak bisa lari," ujarnya.
Sampai saat ini keluarga masih menunggu kabar mengenai keberadaan Guntur. Pandu mengatakan pihak keluarga akan berangkat ke Surabaya untuk mengikuti proses pencarian.
"Belum, belum ada, nanti mau ke Surabaya," ujar Pandu saat ditanya apakah Guntur sudah ditemukan.
Diketahui seperti dilansir NadiKabar.com, kapal Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9), sekitar pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).