NADIKABAR.COM β Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) bakal menggelar Liga Catur Nasional mulai April 2027.
Rencana tersebut dibahas dalam Rakernas Percasi Ke-46 tahun 2026. Agenda tersebut diikuti oleh mayoritas peserta, tepatnya perwakilan dari 32 dari 38 Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi.
"Liga Catur ini dirancang untuk membangun catur sebagai olahraga profesional yang dikelola secara profesional. Diharapkan ke depannya akan lahir klub-klub di berbagai daerah sehingga penyebaran catur tidak hanya terpusat di Pulau Jawa,β ujar Pemimpin Sidang Rakernas Percasi Pandapotan Sinaga dalam keterangan resmi, Senin.
Kompetisi tersebut direncanakan sebagai wadah untuk bisa membangun ekosistem kompetisi catur di tanah air secara berkelanjutan.
Ke depannya, regulasi dan hal-hal yang menyangkut penyelenggaraan Liga Catur Nasional akan dibahas kembali oleh PB Percasi dan disosialisasikan lagi kepada para anggota.
Kompetisi tersebut kemungkinan masih berupa satu divisi yang diharapkan penyelenggaraan tahun-tahun berikutnya bisa menjadi dua tingkat; Liga Pratama dan Liga Utama.
Selain membahas mengenai Liga Catur Nasional, Percasi juga menyampaikan bahwa saat ini tengah fokus dalam persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTT dan NTB.
βSalah satu keputusan utamanya adalah pemerataan peserta PON melalui sistem prakualifikasi berbasis zona, agar jangkauannya menyentuh seluruh warga masyarakat Indonesia,β kata Pandapotan Sinaga.
Melalui persiapan ini, pada PON 2028, catur dipersiapkan menjadi cabang olahraga yang semakin digemari, mengingat data laporan menunjukkan pencinta catur di Indonesia sudah mencapai jutaan orang.
Dalam rakernas tersebut juga ditetapkan mengenai Jakarta sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2027, sekaligus Rakernas 2027.
Dalam keterangan resmi PB Percasi, Senin, berikut hasil ringkasan Keputusan Rakernas Percasi 2026:
1. Penerimaan laporan pertanggungjawaban kegiatan Percasi periode Mei 2025-Oktober 2026 dan penugasan mendokumentasi kerja pengurus PB Percasi masa bakti 2026-2030.2. Pengesahan gelar pemain tingkat nasional hasil Kejurnas Catur ke-50 Tahun 2025 di Mamuju.3. Penetapan zonasi babak kualifikasi PON 2028 NTB-NTT lengkap dengan rincian kelolosan provinsi.4. Penetapan tuan rumah babak kualifikasi PON 2028 NTB-NTT.5. Penetapan Daerah Khusus Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas Catur ke-52 Tahun 2027 dan Rakernas Percasi ke-47 Tahun 2027.
Rekomendasi dari Rakernas Percasi 2026:1. Meningkatkan proporsi catur agar lebih menarik minat masyarakat.2. Melakukan perbaikan pada beberapa pasal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar aturan perkumpulan lebih tegas.3. Meminta PB Percasi untuk mendorong agar catur dapat kembali dipertandingkan dalam ajang O2SN.4. Membentuk atau mempertimbangkan pembentukan Komisi Disiplin dengan sanksi yang lebih tegas, termasuk penanganan terhadap pemain yang melakukan match fixing.5. Menyelenggarakan Liga Catur Nasional dengan catatan memperbaiki serta melengkapi regulasinya.6. Menginstruksikan pembuatan surat resmi kepada Pengprov untuk penyusunan database wasit yang dapat diakses melalui website resmi baru PB Percasi.7. Mengusulkan penambahan medali pada cabang olahraga catur di PON 2028 NTB-NTT.