Pemkab Sidoarjo juga telah menyiapkan anggaran Rp 225 miliar melalui APBD 2026 untuk mendukung proses pembebasan lahan.
"Dana segitu belum cukup, karena diperkirakan butuh sekira Rp 450 miliar. Nah, kekurangannya atau kebutuhan dana yang belum terselesaikan tahun akan dilanjutkan melalui penganggaran pada 2027," ungkap Subandi.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo M Makhmud mengatakan pengukuran lahan dilakukan secara bertahap. Dalam sehari, petugas menargetkan sekitar 20-25 bidang tanah.
"Sebanyak 122 bidang tanah telah terdata sebagai lahan yang terdampak pembangunan Flyover Gedangan. Data tersebut diperoleh setelah Pemkab Sidoarjo melakukan verifikasi faktual terhadap pemilik lahan. Sekarang kita mulai pengukuran," bebernya.