NADIKABAR.COM — Pemerintah mencatat nilai perdagangan Indonesia dan Rusia mencapai 4,84 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2025, tumbuh 21,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 3,98 miliar dolar AS.
Sejumlah komoditas yang menjadi bagian penting dalam perdagangan kedua negara meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia bersama Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov.
"Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU FTA). Saat ini, proses ratifikasi perjanjian tersebut telah mendekati tahap penyelesaian.
Kedua pihak berharap seluruh prosedur yang diperlukan dapat rampung sebelum akhir 2026, sehingga perjanjian dapat segera berlaku efektif (Entry into Force/EIF) dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kedua negara.
Penyelesaian ratifikasi I-EAEU FTA diharapkan memungkinkan perjanjian segera berlaku efektif sehingga membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.
Sejumlah produk Indonesia yang berpotensi memperoleh akses pasar lebih luas melalui perjanjian tersebut antara lain minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur.
Selain membahas perjanjian perdagangan, kedua pihak menjajaki kolaborasi di sektor strategis, khususnya industri perkapalan dan penerbangan, serta peningkatan kapasitas industri nasional.
Airlangga juga menyambut kehadiran delegasi bisnis Rusia dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai momentum untuk memperkuat hubungan antarpelaku usaha dan membuka peluang kemitraan komersial baru.
Pertemuan bisnis yang berlangsung selama pameran tersebut diharapkan dapat mendorong diversifikasi perdagangan sekaligus memperluas kerja sama investasi dan industri.
Manturov menekankan pentingnya penguatan hubungan antarpelaku usaha untuk memperluas kerja sama perdagangan.
Ia mengatakan delegasi bisnis Rusia menghadiri TEI 2026 sebagai tindak lanjut partisipasi Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran INNOPROM di Yekaterinburg pada Juli 2026.
"Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri," ujar Manturov.
Pada akhir pertemuan, Menko Airlangga dan DPM Manturov sepakat untuk terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain pertanian, teknologi, industri, serta pengembangan rantai pasok.