NADIKABAR.COM — Organisasi Persekutuan Perempuan Adat Nusantara (Perempuan Aman) memandang bahwa keberadaan perempuan adat saat ini masih mendapatkan diskriminasi dan pengabaian.
"Kami mendapatkan diskriminasi, bahkan untuk mengakui identitas sebagai masyarakat adat pun kami tidak bisa mengatakan kami perempuan adat," kata Dewan Nasional Perempuan Aman dari Kalimantan, Isnah Ayunda, dalam acara media gathering Temunas IV Perempuan Aman, di Jakarta, Selasa.
Padahal menurut dia, perempuan adat merupakan pemilik pengetahuan yang mewariskan pengetahuan kepada generasi penerus di komunitas masyarakat adat.
"Ketika pengetahuan kami sebagai perempuan adat tidak diakui, lalu bagaimana perempuan adat ada di posisi kepemimpinan?" katanya.