"Di kampung, ketika perempuan adat bersuara tentang pembangunan atau perluasan lahan di tanahnya sendiri, suara kami sering tidak didengar, bahkan perempuan adat sering disuruh kembali ke dapur. Padahal, kami punya usulan dan pandangan yang ingin disampaikan tentang tanah kami. Hal ini juga terjadi di tanah saya. Ada banyak tekanan yang membuat perempuan sulit bersuara lantang untuk mempertahankan tanahnya," kata perempuan adat Papua, Novilla Maria Aru.

Perempuan Aman akan menggelar Temunas IV pada 15 - 20 Oktober 2026 di Sentul, Bogor, dengan tema "Memperkokoh Kepemimpinan Transformatif Perempuan Adat: Merawat Pengetahuan Menuju Kehidupan yang Berdaulat".

Temunas IV akan dihadiri oleh lebih dari 200 perempuan adat dari berbagai wilayah pengorganisasian di Nusantara akan hadir membawa pengalaman dan pandangan dari wilayah masing-masing.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi perempuan adat sebagai pemegang hak yang turut menentukan keputusan atas kehidupan dan wilayahnya.