"Yang awalnya dia itu juga nggak ngaku kalau dia pegang mobil saya. Saya itu tahunya yang pegang mobil saya cuma satu orang. Ternyata dia orang yang tadi izin keluar itu juga pegang mobil saya waktu mindahin," lanjutnya.

Saat ditanya manajemen resto soal uang apakah itu, petugas valet itu marah. Petugas itu menyebut duit tersebut merupakan tabungan.

"Manajemen tanya, 'Mas, maaf ini uang apa, ya?'. Dia malah emosi, terus langsung bilang, 'ini nggak ada hubungannya, ya, Mas, sama kasus ini. Saya tuh bawa uang tabungan saya'," kata Salsabila sembari menirukan percakapan tim redaksi manajemen resto dan petugas valet.

Keesokan harinya pada 13 Juli 2026, Salsabila bertemu dengan manajemen valet. Dia mengklaim, pihak manajemen valet menyatakan tuduhannya tidak berdasarkan bukti.

"Siangnya saya diajak ketemu sama pihak manajemen dari valet. Pihak manajemen dari valet akhirnya mereka bawa lawyer dan mereka bilang kalau misalnya dari kasus saya ini tidak bisa membuktikan apa-apa," tuturnya.

Selepas itu, Salsabila langsung membuat laporan ke Polrestabes Semarang terhadap dua pegawai valet itu di hari yang sama. Pihak manajemen valet maupun resto, menurut Salsabila, mendukung langkahnya untuk ke ranah hukum.

"Terus kita laporan (ke polisi) lah. Laporan, bikin BAP, dan lain-lain. Iya, yang jadi terduga pelaku tuh dua orang. Karena dua orang ini yang megang mobil saya," ucapnya.

Dia menyebut kerugian yang dialaminya senilai Rp 130 juta. Adapun perhiasannya yang hilang berupa sebuah cincin berlian, sebuah cincin emas, tiga buah kalung emas beserta liontin, dua pasang anting emas, dan satu buah gelang emas. Kerugian itu sempat diunggah Salsabila di akun Instagram pribadinya.

"(Kerugiannya Rp 130 juta?) Iya, kira-kira sekitar segitu," sebutnya.