NADIKABAR.COM — Sejumlah perhiasan bernilai ratusan juta rupiah milik warga bernama Salsabila (31) yang disimpan di dalam mobil hilang setelah menggunakan jasa valet di sebuah restoran di Semarang. Dua orang petugas valet dilaporkan dan saat ini kasus tersebut masih diproses oleh polisi.

"Iya benar ada laporannya, saksi-saksi sudah diriksa (diperiksa). Selanjutnya sedang dilakukan lidik pelakunya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena saat diminta konfirmasi NadiKabar, Jumat (11/9/2026).

Peristiwa kehilangan perhiasan milik Salsabila itu sempat viral di media sosial. Salsabila menerangkan, kejadiannya berlangsung di sebuah restoran di Jalan Ahmad Yani Kota Semarang pada 12 Juli 2026 lalu.

Dia menyebut saat itu, mobilnya yang berisikan sejumlah perhiasan harus menggunakan jasa valet lantaran parkiran yang penuh.

Sebelum ke restoran, Salsabila bersama suami dan anaknya pergi ke sebuah toko perhiasan tak jauh dari tempat kejadian. Dia menukar dan membeli beberapa perhiasan emas.

"Waktu kejadian itu kan tanggal 12 Juli itu memang saya habis dari toko emas. Saya kan beli dan tukar. Jadi karena beli dan tukar, saya tuh bawa satu kotak perhiasan saya itu beserta surat-suratnya," kata Salsabila saat dihubungi NadiKabar, Jumat (11/9/2026).

"Terus saya ke tempat mertua saya. Dari tempat mertua saya itu, saya sempat ngecek semua perhiasannya masih ada lengkap dan sempat saya ganti-ganti juga. Jadi saya ada beberapa gelang, saya pilih salah satu gelangnya. Terus setelah itu saya masukan lagi ke dalam laci di depan mobil itu," lanjutnya.

Ketika sampai di restoran, Salsabila memberikan kunci mobilnya kepada seorang petugas valet. Sebelum bertolak pulang, warga asal Kecamatan Ngaliyan itu sempat mengecek mobilnya dan memastikan kotak perhiasannya masih ada. Namun, dia tidak sempat memastikan apakah di dalam kotak itu masih ada beberapa emas atau tidak.

"Cuma sebelum pulang memang saya sempat ngecek laci (mobil) masih ada kotaknya. Tapi kan anak saya yang kedua yang kecil, masih menyusui, dia nangis. Jadi karena saya buru-buru a saya tutup lagi karena saya berpikiran 'oh, ada kotaknya', gitu," tuturnya.

Sesampainya di rumah, Salsabila menemukan kotak tersebut sudah tidak ada perhiasannya. Dia dan suaminya langsung mengecek mobil dan mendapati adanya sebuah anting di jok.

"Waktu sampai rumah saya buka kotak perhiasan itu udah kosong. Terus kita cepat-cepat ke mobil. Saya menemukan sebelah anting, Mas, di kursi saya," ucapnya.

Salsabila pun berpikir bahwa perhiasannya telah dicuri. Dia kemudian berinisiatif untuk menghubungi pihak restoran. Setelah itu dia kembali ke restoran tersebut dan sempat menjumpai petugas valet yang menangani mobilnya.

"Terus kita cepat-cepat ke sana. Eh, nyampe di lokasi itu, saya ketemu sama orang yang nge-valetin mobil saya pertama yang menerima," ujarnya.

"Terus kita tanya, 'Mas, ini saya kehilangan emas di dalam laci'. Tapi orangnya itu nggak memberikan keterangan jelas. Dia cuma, 'Oh, gitu, ya, Kak. Oh, iya. Ini (restoran) udah tutup, Kak. Mbak balik aja besok' gitu," lanjutnya.

Usai berdebat, Salsabila pun menemui manajer restoran. Sementara suaminya menjumpai ada seorang petugas valet lainnya yang keluar membeli rokok.

"Kita sebenarnya juga heran kenapa kok keluar. Cuma dia bilang mau beli rokok," sambungnya.

Menurut Salsabila, manajemen resto menawarkan untuk menggeledah dua petugas valet yang sempat menghandle mobilnya. Ternyata mereka menemukan adanya uang yang diperkirakan mencapai Rp 5 juta hingga Rp 10 juta di dompet pegawai valet yang sempat membeli rokok.

"Terus akhirnya digeledah lah dua terduga pelaku ini. Waktu digeledah, salah satu dari yang terduga pelaku ini di dalam dompetnya tuh ada uang mungkin sekitar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta," sebutnya.

"Yang awalnya dia itu juga nggak ngaku kalau dia pegang mobil saya. Saya itu tahunya yang pegang mobil saya cuma satu orang. Ternyata dia orang yang tadi izin keluar itu juga pegang mobil saya waktu mindahin," lanjutnya.

Saat ditanya manajemen resto soal uang apakah itu, petugas valet itu marah. Petugas itu menyebut duit tersebut merupakan tabungan.

"Manajemen tanya, 'Mas, maaf ini uang apa, ya?'. Dia malah emosi, terus langsung bilang, 'ini nggak ada hubungannya, ya, Mas, sama kasus ini. Saya tuh bawa uang tabungan saya'," kata Salsabila sembari menirukan percakapan tim redaksi manajemen resto dan petugas valet.

Keesokan harinya pada 13 Juli 2026, Salsabila bertemu dengan manajemen valet. Dia mengklaim, pihak manajemen valet menyatakan tuduhannya tidak berdasarkan bukti.

"Siangnya saya diajak ketemu sama pihak manajemen dari valet. Pihak manajemen dari valet akhirnya mereka bawa lawyer dan mereka bilang kalau misalnya dari kasus saya ini tidak bisa membuktikan apa-apa," tuturnya.

Selepas itu, Salsabila langsung membuat laporan ke Polrestabes Semarang terhadap dua pegawai valet itu di hari yang sama. Pihak manajemen valet maupun resto, menurut Salsabila, mendukung langkahnya untuk ke ranah hukum.

"Terus kita laporan (ke polisi) lah. Laporan, bikin BAP, dan lain-lain. Iya, yang jadi terduga pelaku tuh dua orang. Karena dua orang ini yang megang mobil saya," ucapnya.

Dia menyebut kerugian yang dialaminya senilai Rp 130 juta. Adapun perhiasannya yang hilang berupa sebuah cincin berlian, sebuah cincin emas, tiga buah kalung emas beserta liontin, dua pasang anting emas, dan satu buah gelang emas. Kerugian itu sempat diunggah Salsabila di akun Instagram pribadinya.

"(Kerugiannya Rp 130 juta?) Iya, kira-kira sekitar segitu," sebutnya.