NADIKABAR.COM — Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) mendorong pemerintah memperluas pemberian insentif kendaraan listrik ke segmen komersial, seperti truk dan bus, untuk mendukung efisiensi distribusi barang dan menekan biaya logistik.
Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, mengatakan kendaraan komersial juga perlu mendapatkan perhatian karena berkontribusi terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan emisi karbon.
"Pemerintah belum memikirkan insentif untuk mobil-mobil komersial. Kalau pemberian insentif sebagai dasarnya adalah penggunaan BBM, yang kedua penyumbang emisi yang semakin banyak, menurut saya, (kendaraan komersial seperti truk dan bus) banyak kontribusinya dalam memproduksi CO2," kata dia pada konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, dukungan pemerintah terhadap kendaraan komersial listrik perlu mempertimbangkan harga kendaraan yang relatif tinggi, konsumsi BBM, serta kontribusinya terhadap emisi. Elektrifikasi kendaraan tersebut juga dinilai berpotensi mendukung kelancaran distribusi barang.
Ia menambahkan, distribusi yang lebih efisien dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan biaya dalam rantai pasok dan membantu mengendalikan inflasi.