NADIKABAR.COM — Ketua Umum Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia), Moeldoko menegaskan bahwa Indonesia harus memanfaatkan momentum perkembangan kendaraan listrik (EV) untuk membangun industri dalam negeri agar tidak sekadar menjadi pasar bagi produsen asing.

Moeldoko menilai Indonesia memiliki modal berupa wilayah yang luas dan populasi besar untuk mengembangkan industri kendaraan listrik. Namun, peluang tersebut perlu direspons melalui keterlibatan berbagai pihak agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk yang berasal dari luar negeri.

“Saya tidak ingin Indonesia yang begitu luas, populasinya begitu luar biasa, hanya sebagai penonton, hanya sebagai tempat pasar bagi industri yang datang dari luar,” kata Moeldoko pada saat membuka kegiatan Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) di Jakarta, Rabu.

Saat ini, menurut dia, menjadi momentum yang pas bagi Indonesia untuk membangun daya saing industri otomotif.

Peluang tersebut dinilai penting karena Indonesia akan menghadapi tantangan besar, apabila hanya mengandalkan persaingan dengan industri kendaraan konvensional yang telah berkembang lebih dahulu.

Ia mengakui Indonesia sedikit terlambat merespons perkembangan kendaraan listrik. Karena itu, upaya memperluas pemahaman masyarakat dan mendorong keterlibatan berbagai sektor perlu terus dilakukan agar pengembangan ekosistem kendaraan listrik dapat berjalan lebih cepat.