Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan data tersebut menggambarkan bagaimana perjalanan kereta api antarkota melayani kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin beragam.
“Dalam satu perjalanan, ada pelanggan yang menempuh jarak panjang dan ada yang bergerak pada segmen antarkota yang lebih pendek. Setelah pelanggan tiba di tujuan, tempat duduk yang sama dapat digunakan pelanggan berikutnya. Pola tersebut membuat satu perjalanan kereta api dapat melayani semakin banyak kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Anne.
Joglosemarkerto menjadi salah satu gambaran menarik. Pola perjalanannya menghubungkan berbagai kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Solo, Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, serta kota-kota di sepanjang lintasan menjadi bagian dari pergerakan masyarakat untuk bekerja, belajar, berkunjung kepada keluarga, menikmati kuliner, maupun berwisata. Sepanjang Januari–September 2026, Joglosemarkerto telah melayani lebih dari 1,10 juta pelanggan.