"Saya bisa nyelamatin setelah jendela kamar jebol. Terus air turun dan bisa keluar lewat situ. Kalau enggak jebol, kayanya udah aja ketimbun. Anak semua diangkut, ditarik-tarik semua," jelasnya.
Setelah berada di luar rumah, dirinya dan keluarga sempat terbawa arus air dan tanah hingga dua meter. Kemudian keluarganya terselamatkan setelah adanya pegangan bambu yang kuat.
"Pas ke luar saya sempat kebawa arus sekitar 2 meter mah ada. Terus keburu pegangan sama bambu-bambu, ada bambu Malang, terus pegangan juga sama kabel listrik. Untung enggak ada setrum, kalau ada mah udah kesetrum semua," ucapanya.
Peristiwa mencekam itu tidak dalam kondisi hujan deras. Menurutnya hujan deras terjadi saat pukul 19.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB. Sehingga saat peristiwa terjadi tidak disertai hujan.
"Setelah saya di luar, rumah saya tiba-tiba ngegeser aja sekitar 4 meteran mah ada. Rumah saya ngegeser sampai ke lahan sawah orang lain," ungkapnya.
Ruhiyat mengaku saat ini kondisi rumahnya tertimbun tanah sebagian pada bagian bawah. Kemudian bagian tembok dan atapnya masih berdiri dengan posisi yang miring karena terbawa longsor.
"Iya rumah kondisinya miring aja," tuturnya.