Sementara itu, Keiji Kaita selaku President of Toyota Motor Corporation's CN Advanced Engineering Development Center, menyampaikan bahwa bahan bakar netral karbon penting untuk mengurangi emisi, juga berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi bahan bakar secara mandiri, sehingga membuka lebih banyak peluang bagi penelitian dan pengembangan teknologi.
Melalui kolaborasi ini, Pertamina dan Toyota berupaya menyinergikan pengembangan bahan bakar dan teknologi otomotif. Upaya tersebut diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak pilihan energi, memperkuat ketahanan energi Indonesia, serta mendukung masa depan transportasi.
"Saya yakin pertemuan ini dapat menjadi tonggak penting dalam kolaborasi dan kontribusi kami bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya dengan mendukung netralitas karbon, tetapi juga dengan memperkuat ketahanan pasokan bahan bakar, mendorong transformasi teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia," ujar Kaita.
Di tempat terpisah, VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, mengatakan bahwa kolaborasi Pertamina dengan berbagai pihak merupakan strategi Pertamina untuk terus memperkuat ketahanan energi nasional.
"Di tengah dinamika energi global, kolaborasi menjadi kunci untuk membangun ketahanan energi yang kuat. Sinergi Pertamina dan Toyota merupakan langkah strategis untuk saling memperkuat keunggulan masing-masing untuk mendukung ketahanan dan energi rendah karbon di Indonesia," pungkas Baron.