Oleh karena itu, badan tersebut ditugaskan untuk membenahi standar tempat penampungan, mencegah korban jiwa tidak langsung pascabencana, serta menyalurkan berbagai kebutuhan pokok di lapangan.
Saat ini, lembaga itu ditugaskan untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah daerah yang terdampak bencana sebelumnya, termasuk Semenanjung Noto yang dilanda gempa awal 2024 dan Prefektur Kumamoto yang diguncang gempa magnitudo 7,1 pada Juli 2026.
Badan tersebut juga akan menetapkan kemungkinan banjir parah di kawasan perkotaan akibat cuaca ekstrem yang semakin sering melanda berbagai wilayah di Jepang sebagai permasalahan krusial, salah satunya seperti yang terjadi di Prefektur Chiba dekat Tokyo pada Agustus lalu.
Penerjemah: Uyu Septiyati Liman