Forum juga membahas kesiapan Yetetkun-Butmabin sebagai gerbang lintas batas, termasuk keterhubungannya dengan sistem transportasi dan perdagangan kedua negara.
Pengembangan koridor tersebut juga dikaji dari potensi jalur logistik, kebutuhan infrastruktur pendukung, hingga keterhubungannya dengan pusat kegiatan ekonomi di kawasan perbatasan.
Dari sisi Papua Nugini, penguatan konektivitas melalui Butmabin Border Post yang direncanakan menjadi counterpart PLBN Yetetkun berkaitan dengan kebutuhan jalur alternatif distribusi bahan bakar minyak (BBM) menuju kawasan pertambangan Ok Tedi Mining Limited (OTML).
Kebutuhan tersebut muncul karena jalur logistik OTML melalui rute Sungai Fly-Kiunga-Tabubil menghadapi kendala akibat penurunan debit sungai yang dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi logistik menuju kawasan pertambangan.
Aspek logistik juga menjadi bagian dari pembahasan, termasuk potensi pasokan BBM dari Indonesia ke Papua Nugini melalui skema kerja sama business-to-business (B-to-B) antara OTML dan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan operasional.
Skema ini menjadi salah satu aspek yang perlu dikaji dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, konektivitas koridor, mekanisme perdagangan lintas batas, serta kebutuhan dari sisi pengguna.