NADIKABAR.COM — Keterbatasan fasilitas pendidikan masih menjadi tantangan bagi anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kondisi tersebut juga dialami SDN 2 Lokop, Aceh, yang terdampak banjir bandang sehingga kegiatan belajar mengajar harus dipindahkan ke tiga lokasi sementara.
Akibat keterbatasan ruang, siswa dari berbagai tingkatan kelas terpaksa mengikuti kegiatan belajar secara bersamaan. Kondisi ini turut memengaruhi proses pembelajaran dan menunjukkan masih besarnya kebutuhan fasilitas pendidikan yang memadai di daerah terpencil.
Untuk mendukung pemerataan pendidikan, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) memberikan dukungan melalui program Ekspedisi Kemerdekaan Pendidikan di Wilayah 3T. Program yang berkolaborasi dengan Relawan Nusantara tersebut menyasar anak-anak di Papua Pegunungan dan Aceh.
Dukungan yang diberikan mencakup kegiatan Kelas Inspirasi Literasi, Gerakan Gemar Membaca, storytelling, serta pembagian perlengkapan sekolah berupa buku dan alat tulis. Telkomsat juga mendukung penyediaan Pojok Baca Sekolah untuk memperluas akses anak-anak terhadap bahan bacaan.