Survei juga menyatakan, generasi Milenial merupakan kelompok pengguna internet terbesar dengan angka 90,34 persen. Kelompok usia produktif ini memanfaatkan internet hampir di semua sektor, termasuk bekerja, mengurus urusan domestik, hingga untuk aktivitas finansial digital.
Sementara, Gen Z menempati posisi kedua dengan angka 89,02 persen. Penetrasi internet masih akan berlanjut ke generasi seterusnya, yang menjadi tantangan dalam infrastruktur jaringan telekomunikasi nasional.
Operator seluler XLSMART sebagai hasil merger dengan Smartfren, merespons dengan serius lewat pemanfaatan konsolidasi untuk mempercepat perluasan layanan 5G secara lebih agresif.
Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menyampaikan bahwa integrasi jaringan itu akan mengoptimalkan upaya ekspansi 5G ke lebih banyak kota.
"Kita integrasi dua network, hampir selesai. Dalam waktu yang sama kita akan luncurkan 5G dari 88 kota ke 101 kota hingga akhir tahun ini. Luas internet layanan Internet kita, dan kita ekspansi coverage," kata Shurish di Surabaya, Jawa Timur, pada awal September.
Target 101 kota sebenarnya merupakan revisi dari target sebelumnya sebanyak 88 kota, setelah XLSMART mendapat tambahan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dari lelang yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital pada Juli lalu.
Tambahan spektrum ini penting bagi kualitas layanan, dengan lebar pita frekuensi yang akan berdampak terhadap kapasitas jaringan menampung lalu lintas data.
Dalam hal ini, termasuk kegiatan streaming video, hingga multi-tasking di sejumlah aplikasi pada saat bersamaan.
Perluasan jaringan 5G ini ditegaskan tidak dibedakan, baik antara XL, Smartfren, maupun Axis. Kini, ketiganya entitas di bawah payung XLSMART mengakses jaringan 5G yang telah terintegrasi.
Langkah XLSMART itu turut menjawab tuntutan pengguna yang membutuhkan kestabilan sinyal, tanpa buffering atau ping tinggi. Pada saat bersamaan, kondisi geografis Indonesia juga memerlukan jaringan yang adaptif.