Secara alami, ayam memiliki lapisan pelindung pada permukaan cangkang yang terbentuk saat telur dikeluarkan. Lapisan ini membantu melindungi bagian dalam telur dari paparan kotoran.

Sementara itu, telur yang dijual secara komersial umumnya telah melalui proses pencucian dan sanitasi sebelum dipasarkan. Proses ini dilakukan dengan bahan dan suhu tertentu untuk mencegah air masuk melalui pori-pori cangkang.

Namun, hal ini berbeda dengan telur yang berasal dari ayam peliharaan atau peternakan. Melansir Health Digest, telur ini sebaiknya tidak direndam saat dicuci. Air yang sudah bercampur dengan kotoran dapat masuk melalui pori-pori cangkang.

Colorado State University menyarankan agar telur dicuci di bawah air mengalir dengan suhu sekitar 43 - 48 derajat Celcius. Apabila terdapat kotoran yang sulit dibersihkan, bisa menggunakan sabun pencuci piring tanpa pewangi.