"200 titik kita bor, selesai itu kita lakukan perhitungan estimasi cadangan, nanti competent person. Competent person yang akan membuat statement sebenarnya kita punya berapa," terangnya.
La Ode menjelaskan LTJ di Mamuju memiliki karakteristik ion-adsorption clay. Menurutnya, jenis LTJ ini merupakan tipe yang primer. Sama seperti LTJ yang ada di China dan Vietnam.
"Nah LTJ kalau di Mamuju itu tipikalnya ion-adsorption clay. Jadi dia tipikal yang sama dengan misalnya Bayan Obo di China atau yang di Myanmar, atau di Caldeira Brazil, itu adalah tipe logam tanah jarang yang primer," terangnya.
Mengutip data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi telahelakukan eksplorasi potensi LTJ di Mamuju, Sulawesi Barat dan Parmonangan, Sumatera Utara.
Ekplorasi tersebut dilakukan dua tahap, yakni eksplorasi awal, meliputi pemetaan, georadar dan geomagnet, sumur atau parit uji, serta pengeboran.