Risiko kekambuhan dapat berkaitan dengan kondisi sistem kekebalan tubuh dan faktor lain yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam menekan virus VZV yang masih berada di dalam jaringan saraf.
Herpes zoster umumnya diawali rasa nyeri, terbakar, kesemutan, gatal atau mati rasa pada area tubuh tertentu. Keluhan tersebut dapat muncul sebelum ruam terlihat.
Beberapa hari kemudian, muncul ruam yang biasanya hanya berada pada satu sisi tubuh. Ruam tersebut dapat berkembang menjadi kelompok lepuhan berisi cairan yang kemudian pecah dan mengering menjadi keropeng. Demam, sakit kepala, menggigil dan rasa lelah juga dapat menyertai penyakit ini.
Salah satu ciri yang membedakannya dengan banyak jenis ruam kulit adalah pola ruam yang cenderung mengikuti jalur saraf dan muncul pada satu sisi tubuh.
Siapa yang berisiko mengalami herpes zoster?
Siapa pun yang pernah mengalami cacar air dapat mengalami herpes zoster. Namun, risikonya meningkat pada usia yang lebih tua, terutama setelah memasuki usia 50 tahun.
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah juga memiliki risiko lebih tinggi. Kondisi seperti kanker tertentu, HIV, transplantasi organ serta penggunaan obat penekan sistem imun dapat meningkatkan risiko terjadinya herpes zoster dan komplikasinya.
Herpes zoster tidak menular dalam bentuk herpes zoster kepada orang lain. Namun, seseorang yang belum pernah mengalami cacar air atau belum mendapatkan vaksin varisela dapat tertular virus VZV dari cairan lepuhan penderita herpes zoster dan kemudian mengalami cacar air.