Karena itu, penderita herpes zoster sebaiknya menutup ruam, tidak menyentuh atau menggaruk lepuhan, serta rajin mencuci tangan. Kontak dengan ibu hamil yang belum pernah mengalami cacar air, bayi baru lahir dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah juga sebaiknya dihindari sampai lepuhan mengering dan menjadi keropeng.

Bagaimana cara mencegah herpes zoster?

Salah satu cara untuk menurunkan risiko herpes zoster adalah vaksinasi. Vaksin herpes zoster dapat membantu mencegah penyakit sekaligus menurunkan risiko komplikasi, termasuk nyeri saraf berkepanjangan atau postherpetic neuralgia.

Selain vaksin herpes zoster, vaksin varisela juga berperan dalam pencegahan jangka panjang karena dapat mengurangi risiko seseorang mengalami cacar air dan komplikasi yang berkaitan dengan infeksi VZV.

Di Indonesia, vaksin varisela tercantum dalam sistem terminologi imunisasi nasional. Vaksin herpes zoster juga tercatat sebagai salah satu jenis imunisasi dalam sistem tersebut.

Herpes zoster sebaiknya tidak dianggap sebagai ruam kulit biasa, terutama jika disertai nyeri, kesemutan atau lepuhan pada satu sisi tubuh. Penanganan lebih awal penting karena obat antivirus bekerja paling efektif ketika diberikan sedini mungkin, terutama dalam 72 jam sejak gejala atau ruam mulai muncul.

Perhatian lebih diperlukan jika ruam muncul di sekitar mata. Herpes zoster pada area tersebut dapat menyebabkan gangguan mata dan bahkan berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan sehingga membutuhkan penanganan medis segera.

Jadi, herpes zoster bukan berarti seseorang terkena cacar air untuk kedua kalinya. Keduanya disebabkan oleh virus yang sama, tetapi herpes zoster terjadi ketika virus varicella zoster yang sebelumnya tidak aktif di dalam tubuh kembali mengalami reaktivasi, demikian mengutip CDC AS dan beberapa sumber lain.