Ditengah usaha negara memenuhi tuntutan MSCI, Presiden Prabowo dalam pidatonya pada rapat kabinet kemarin di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/102026) menyatakan sikapnya terhadap MSCI.

Diketahui dari NadiKabar, Prabowo menilai apa yang dilakukan MSCI adalah gangguan bagi bangsa Indonesia. Peringatan MSCI diartikan olehnya sebagai langkah menakut-nakuti bangsa Indonesia. Dirinya mengatakan, Indonesia tak takut siapapun.

"Gangguan masih banyak kita terus dihadang, ada apa itu, macam-macamlah, MSCI, macam-macam. Dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan ke MSCI, 'Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!'," kata Prabowo dalam rapat kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

Dilansir dari NadiKabar, keputusan final dari MSCI untuk pasar saham Indonesia paling lambat 30 Juni 2027, setelah periode konsultasi berakhir pada 30 April 2027. Lalu, apa makna di balik sikap tersebut? Sejauh mana pernyataan sikap Prabowo berdampak pada sentimen MSCI? Simak obrolannya bersama analis keuangan Mega Capital Sekuritas dalam Market Review Kabar Sore.

Beralih ke Kuningan, Jawa Barat, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di Resor Pasawahan SPTN Wilayah I, Kabupaten Kuningan. Peristiwa yang baru saja terjadi pada Rabu (21/10/2026) malam tersebut diketahui menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan bambu.

Upaya pemadaman di kawasan taman nasional menghadapi kendala akses menuju titik api. Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC bersama unsur terkait masih melakukan pemadaman dan pengamanan di lokasi.