NADIKABAR.COM — Cristiano Ronaldo merilis pernyataan panjang soal polemiknya di Timnas Portugal. CR7 merasa dua kali dibohongi pelatih Jorge Jesus.

Menurut pernyataan yang dibagikan surat kabar A Bola pada Selasa (6/10), Ronaldo mengungkap penyebab dirinya meninggalkan Timnas Portugal di tengah jeda internasional. Pemain berusia 41 tahun itu merasa dibohongi Jorge Jesus, bukan cuma sekali, tapi dua kali.

Pertama, Ronaldo menyebut Jorge Jesus berbohong soal akan memainkannya di laga melawan Norwegia. Meski sudah disepakati ada waktu 30 menit untuk Ronaldo main, Jesus justru tak menurunkannya sama sekali.

Jesus awalnya memang mengusulkan Ronaldo tak ikut bertandang ke Norwegia dan Denmark. Ronaldo menolak dan tetap ikut terbang, meski setuju bakal diistirahatkan. Tapi kemudian, Jesus tiba-tiba meminta Ronaldo main selama 30 menit. Ronaldo kemudian berlatih di pinggir lapangan, namun pemilik 5 Ballon d'Or itu malah tak dimainkan. Hal itu yang bikin Ronaldo kesal.

"Pada waktu makan siang pada hari pertandingan di Norwegia, asisten pelatih tim nasional datang ke meja di mana tim sedang makan siang dan mengatakan kepada saya, pelatih ingin berbicara dengan saya. Yang mengejutkan, pelatih bertanya apakah saya siap bermain 30 menit. Saya benar-benar fokus pada pemulihan fisik saya, terintegrasi dengan rekan tim saya seperti biasa, dan percaya saya tidak akan bermain hari itu. Tidak ada masalah sama sekali," kata Cristiano Ronaldo.

"Permintaan ini berada di luar rencana pemulihan fisik dan pelatihan saya, karena saya hanya akan bermain pada laga keempat bulan di Estádio do Dragão (melawan Norwegia). Tetapi tentu saja saya setuju. Dia menjawab saya, bahwa saya harus siap karena saya akan bermain 30 menit."

"Dan sisanya sudah tahu semuanya. Saya mulai melakukan pemanasan dari babak pertama, menyaksikan menit-menit berlalu, dan tidak ada yang memanggil saya. Pelatih melanggar janjinya," ungkap Ronaldo.

Setelahnya, Ronaldo mengklaim Jesus mengajaknya bicara. Dalam diskusi itu, Ronaldo mengatakan Jesus akan meminta maaf kepadanya di depan wartawan jelang melawan Denmark. Ronaldo merinci ada dokumen kesepakatan yang intinya Jesus mengaku salah mengabaikan Ronaldo.

"Empat puluh delapan jam kemudian, kami mengadakan pembicaraan, saya, sang pelatih, dan Simo Coutinho (direktur Al Nassr), karena dia mengikuti percakapan kami. Itu adalah momen yang sangat mendalam dan jujur, tanpa ada keraguan sedikit pun," ungkap Ronaldo.

"Kami sepakat hanya ada satu cara untuk mengakhiri "kasus" ini: sang pelatih akan mengulangi apa yang baru saja dia sampaikan kepada saya secara pribadi, di hadapan Simo Coutinho, namun di ruang konferensi pers. Kesepakatannya sederhana: sang pelatih akan memulai konferensi pers dengan topik ini, berusaha menyelesaikan masalah dengan mengatakan yang sebenarnya. Ia akan mengatakan bahwa saya tidak pernah meminta untuk bermain, bahkan hanya beberapa menit saja, dan sang pelatih sendiri, bukan orang lain, yang mengusulkan rencana pemusatan latihan ini, serta mengakui adalah kesalahannya untuk hanya melibatkan saya dalam pemanasan tanpa membiarkan saya bermain, dan bahwa, jika hal itu terulang, ia tidak akan melakukannya lagi," kata Cristiano Ronaldo.

"Kami mengakhiri pertemuan itu dengan sang pelatih meminta saya untuk berpelukan. Dia berjanji kepada saya, dia akan mengatakan dalam konferensi pers apa yang baru saja dia sampaikan kepada saya, serta masalah tersebut telah terselesaikan. Saya tidak akan bermain di Denmark, tetapi saya akan bermain dalam pertandingan di Dragão (melawan Norwegia terakhir). Semua ini terjadi di hadapan Simo Coutinho, seperti biasa. Ini adalah kali kedua dia mengingkari janjinya," katanya.

Dalam pernyataannya, Ronaldo juga mengakui kesalahannya karena sempat 'ngambek' dengan begitu saja pergi usai melawan Norwegia. Untuk itu, ia meminta maaf kepada masyarakat Portugal. Namun karena merasa dibohongi Jesus, ia merasa harus meninggalkan timnas.

"Saya sekali lagi meminta maaf kepada rakyat Portugal, namun pelanggaran janji saya itu sangat memengaruhi saya. Saya merasa jika saya tetap bertahan di tim mulai saat itu, hal itu hanya akan merugikan tim, jadi saya melakukan apa yang selalu saya katakan akan saya lakukan jika saya merasa tidak berguna: saya mengemasi barang-barang saya dan pergi," katanya.

Pernyataan ini menyiratkan drama Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus di Timnas Portugal bakal berlanjut panjang. Siapa yang akan kira-kira jadi 'pemenangnya?'